Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan TPPO ABK Long Xing

Ketiga tersangka tersebut merupakan agen yaitu Bekasi, Tegal, dan Pemalang.

TERKINI.com, JAKARTA — Kepolisian menetapkan tiga tersangka terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di Kapal Long Xing 629. Ketiga tersangka tersebut merupakan agen yang berasal dari berbagai daerah yaitu Bekasi, Tegal, Jawa Tengah dan Pemalang, Jawa Tengah.

“Dari hasil gelar perkara terdapat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan tujuan ekspolitasi bermodus menjanjikan gaji, penempatan kerja dan waktu kerja tidak sesuai. Ada tiga tersangka yang ditetapkan dengan inisial W dari PT APJ di Bekasi, F dari PT LPB di Tegal dan J dari PT SMG di Pemalang,” kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo lewat keterangan tertulisnya, Ahad (17/5).

Sebelumnya diketahui, Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes John Weynart Hutagalung mengatakan pihaknya belum menetapkan tersangka atas kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), terhadap warga negara Indonesia yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629. Saat ini, Bareskrim Polri telah memeriksa sejumlah pihak terkait kasus tersebut.

“Ya berjalan lancar pemeriksaan kemarin terhadap Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla), Imigrasi Pemalang, Imigrasi Tanjung Priok, Syahbandar Tanjung Priok, Flight Cathay Pasific dan PT sponsor atau pengirim. Belum ada yang ditetapkan tersangka. Masih dalam penyidikan,” katanya saat dihubungi, Sabtu (16/5).

Sebelumnya diketahui, Satgas TPPO Bareskrim Polri memeriksa pihak Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terkait penyidikan kasus dugaan pidana perdagangan orang yang dialami 14 anak buah kapal (ABK) Long Xing 629. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui terdaftar tidaknya buku pelaut 14 ABK di sistem milik Perhubungan Laut. “Untuk menyatakan terdaftarnya seaman book ABK di sistem dari 14 sea man book dimaksud,” ujarnya.

Sea man book atau buku pelaut berisi identitas, catatan kesehatan, daftar ijazah, pengalaman berlayar dan catatan khusus pemilik buku pelaut. Dalam penyidikan kasus ini, Satgas TPPO masih memeriksa sejumlah saksi dari berbagai pihak.

 

source

Sumber

Any comment?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s