Wishnutama New Normal Pariwisata Indonesia, Pentingnya Ekosistem Digital

JAKARTA, TERKINI.COM – New Normal Pariwisata Indonesia,  Normal menjadi suatu hal yang diprediksi akan teri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio tak memungkiri bahwa pandemi  COVID-19 memukul telak sektor pariwisata Indonesia.

“Memang sektor pariwisata yang paling terdampak karena bisnis dan ekosistem pariwisata itu berdasarkan kunjungan. Sedangkan kunjungan tidak bisa dilakukan saat ini. Oleh karenanya dampak pandemi COVID-19 ini memukul sektor pariwisata. Apalagi ada 13 juta orang yang bekerja di sektor pariwisata,” ujar Wishnutama dalam konferensi pers virtual bertajuk Millenial dan Genersi Z: ‘Tantangan, Harapan dan Masa Depan New Normal’ pada Minggu (10/5).

Meski begitu, pria yang akrab disapa Tama itu mengatakan bahwa setiap krisis selalu menciptakan sebuah kesempatan yang bisa dicapai. The New Normal merupakan hal-hal yang diminati atau diharuskan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif setelah pandemi COVID-19.

“Salah satu strategi yang saya ingin laksanakan bahwa justru pariwisata harus kembali pada pariwisata dari yang basic-basic dulu. Artinya, kita mesti kembali ke dasar-dasar kebutuhan wisatawan,” lanjut Wishnutama.

Ia mencontohkan kebutuhan dasar pariwisata seperti higienitas seperti toilet umum yang bersih, aspek kebersihan, hingga keselamatan pariwisata.

“Karena saya yakin destinasi kita kalau bersih rapi dan teratur, pasti jauh akan lebih menarik. Kalau pasar tradisional bersih itu pasti lebih menarik,” katanya.

Hal yang tak kalah penting lainnya adalah masalah keselamatan dan juga keamanan pada sebuah destinasi wisata.

“Misalnya kita ke pantai-pantai ke luar negeri itu ada tim rescue-nya segala macam. Sedangkan, kalau kita lihat di pantai kita masih banyak yang belum ada rescue-nya,” lanjut Wishnutama.

Sementara itu, di sisi ekonomi kreatif, Wishnutama mengungkapkan akan membangun creative hub-creative hub, untuk mencari potensi-potensi kreatif di setiap destinasi wisata. Karena masing-masing potensi kreatif di setiap tempat itu berbeda.

“Karena kejadian COVID-19 ini New Normal yang terjadi itu inline dengan apa yang kita persiapkan, seperti higienitas tadi tentunya ditambahkan dengan protokol kesehatan. Kita harus mempersiapkan yang sudah jalan, kebutuhan dasar dan juga protokol kesehatan di destinasi wisata,” papar Wishnutama.

Kemenparekraf juga akan menyiapkan protokol-protokol kesehatan seperti di hotel, airport, restoran, bahkan tempat hiburan lainnya.

Selain itu ia menambahkan karena pandemi covid-19 ini era digital terakselerasi jauh lebih cepat. New Normal yang baru lagi adalah karena pandemi COVID-19 ini era digital terakselerasi jauh lebih cepat. Semua orang dipaksa untuk melakukan aktivitas serba digital.

“Era pandemi covid-19 ini mengakselerasi digital jauh lebih cepat, artinya apa. Ada potensi digital yang jauh lebih besar. Dibandingkan sebelumnya. Potensi pariwisata banyak, di ekraf apalagi,” ujar Wishnutama.

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa di era digital ini ada satu hal yang terpenting adalah bagaimana Indonesia bisa menguasai ekosistem digital. Apalagi, dengan big data bisa memberikan hal yang positif terhadap pariwisata Indonesia.

Ia menilai, pariwisata dan ekraf ke depannya nanti akan lebih maju.Kalau kita memahami customer, konsumen, publik yang dihadapinya.

“Semakin mengetahui apa saja kebutuhan dengan big data itu kita semakin memahami hal tersebut. Itu yang membuat kita menang. Salah satu kekuatan dan yang terpenting adalah data. Data ini menjadi sangat valuable,” pungkas Wishnutama.

Any comment?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s