Kalangan Dunia Usaha Antusias Sambut New Normal

JAKARTA, TERKINI.COM – Kalangan pengusaha mendukung aktivitas ekonomi kembali dibuka  Penerapan the new normal tersebut akan mengedepankan protokol kesehatan guna mencegah penularan penyakit.

Dunia usaha bergairah dan antusias menyambut rencana kembalinya aktivitas bisnis dengan penerapan protokol tatanan normal baru (new normal) sebagaimana dipersyaratkan pemerintah. Sejumlah industri dan kalangan pengusaha mendukung aktivitas ekonomi kembali dibuka siap menaikkan produksi barang sehingga utilitas pabrik meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah tengah menyiapkan skenario pelaksanaan protokol tatanan normal baru (new normal) yang produktif dan aman Covid-19.

Untuk itu, pemerintah merancang dua program secara bersamaan, yaitu Exit-Strategy Covid-19 yang dimulai secara bertahap pada setiap fase pembukaan ekonomi dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020. Dukungan APBN terhadap PEN.

“Pemerintah membuat rencana agar kehidupan berangsur-angsur berjalan ke arah normal, agar bisa menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan me-restart sosial ekonomi, sambil memperhatikan data dan fakta di lapangan, sekaligus bisa menekan jumlah korban Covid-19,” ujar Airlangga usai rapat terbatas kabinet virtual di Istana Negara, Rabu (27/5/2020).

Dalam rapat tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju melakukan sosialisasi secara masif tentang persiapan pelaksanaan protocol tatanan normal baru yang produktif dan aman Covid-19 agar masyarakat memiliki pemahaman yang jelas.

Wabah pandemik Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret telah mengganggu sejumlah industri unggulan yang selama ini memberikan kontribusi penting bagi perekonomian. Penjualan dan ekspor industri otomotif, tekstil dan produk tekstil, minyak sawit mentah (CPO), dan alas kaki merosot dalam lima bulan pertama dengan penurunan yang bervariasi.

Menurut Airlangga, pemerintah membuat tahapan penilaian kesiapan protokol new normal berdasarkan sistem scoring yang mencakup dua dimensi. Pertama, dimensi kesehatan yang meliputi perkembangan penyakit, pengawasan penyebaran virus, dan kapasitas layanan kesehatan.

Kedua, dimensi kesiapan sosial ekonomi yang mencakup protokol-protokol untuk setiap sektor, wilayah, dan transportasi yang terintegrasi satu dengan lainnya.

“Kita dorong pemulihan ekonomi dengan cepat melalui pembukaan kegiatan ekonomi setelah kurva melandai. Kita juga memberikan stimulus fiskal dan moneter sehingga diharapkan bisa keluar dari resesi ekonomi,” kata dia.

Airlangga menambahkan, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) harus memenuhi sejumlah syarat, yakni perkembangan Covid-19, pengawasan terhadap kesehatan publik, kapasitas pelayanan kesehatan, persiapan dunia usaha, dan respons publik. Saat ini, kata Hartarto, ada 110 kabupaten/kota yang belum pernah terinfeksi Covid-19. Status zona hijau ini harus dijaga dan diperbolehkan membuka kegiatan ekonomi dengan menerapkan protocol normal baru.

Selain itu, ada 8 provinsi dengan tingkat reproduksi (reproduction rate/Rt) kurang dari satu, yakni Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jambi, DKI Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau yang ekonominya juga siap dibuka.

Aktivitas bisnis di sejumlah daerah juga siap dibuka, seperti sejumlah kota di Jateng, Jabar, dan sekitar Jakarta yang memiliki kontribusi ekonomi signifikan.

Untuk itu, daerah diminta segera menyusun protokol dan menguji secara seksama sebelum membuka kegiatan ekonomi-sosial, melakukan sosialisasi, edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang tegas.

”Sesuai arahan Presiden RI, maka TNI dan Polri akan mengawal dan berkoordinasi di tempat-tempat keramaian untuk menjaga kedisiplinan masyarakat agar tidak terjadi secondary wave,” ujar Airlangga.

Pihaknya tengah menyiapkan prosedur standar tatanan normal baru di sektor pariwisata, termasuk hotel dan restoran, dengan kapasitas yang dibatasi.

Juga sektor perdagangan terkait pasar tradisional, aturan bagi konsumen, dan jam operasional. Pemerintah juga terus mendorong aktivitas di sektor manufaktur, perkebunan, dan pertambangan.

Any comment?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s